Dorang
Oleh Rikson Ch Karundeng
Di dunia sana Koboy dusu Indian
Di dunia sana Cina dong dusu mo teto
Di dunia sana gondrong batato bataria barmain peda
Di dunia sini….
Koboy, Indian, Cina deng gondrong batato
Dudu sama-sama minung kopi
Bacirita dorang pe dunia
Deng anak-cucu pe dunia es...
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Sabtu, 26 Desember 2009

Menelisik Akar Perang Salib, Membangun Dunia Baru Islam-Kristen
Oleh Rikson Karundeng
Perang merupakan suatu hal yang menjadi tolak ukur kejayaan suatu bangsa dalam system politik kerajaan klasik, itu terjadi di semua daerah, dan hampir semua kerajaan, namun kepentingan kekuasaan seringkali berselingkuh dengan nilai-nilai ketuhanan, sehingga perang atas nama ideologi,...

Melihat Kebenaran Agama Dengan Teleskop Yang Tepat
Sebuah catatan awal untuk mewujudkan komunitas dialogis antar agama dalam realitas pluralitas
Oleh: Rikson Karundeng
Thomas L. Friedman, dalam bukunya The World Is Flat, mengungkapkan kalau dunia kini telah memasuki golbalisasi 3.0. Kondisi ini menurutnya, jauh berbeda dengan kondisi dimasa globalisasi 1.0 (masa yang berlangsung...

AJARAN KEKERISTENAN PENYEBAB KERUSAKAN LINGKUNGAN ?
Oleh : Rikson Ch Karundeng
Perkembangan teknologi semakin membawa dunia ini kepada kemajuan. Berbagai fasilitas yang tersedia membuat manusia semakin memperoleh kemudahan, kenyamanan hidup dan berbagai hal yang menjadi persoalan di masa lampau, kini bukan merupakan suatu persoalan lagi. Apakah memang demikian...
Lemelo
Oleh: Rikson Ch Karundeng
Angin….
Dia so bawa pa kita
Jaoh deri da tanang akan pusa
Langgar lautan deng tangan kosong
Nda ada janji mar so ba janji
Cuma wentel di dalang dada
Tu papa, sudara deng tu’a da titip
Di sana kita ba lari….
Ta jatung…..
Maraya….
Mar kita tetap badiri
Suar deng aer mata jadi saksi
Tiap malang kita mimpi
Bangong pagi ba cari tu mimpi
Ta dusu sampe matahari pulang tidor
Ta dusu trus sampe mo dapa
Mama pe muka bakar...
Senin, 07 Desember 2009
Geliat Para Tukang Besi di Wanua Wulawan
Oleh: Rikson Karundeng
Dari mulut ke mulut tesiar kabar tentang wanua Wulauan yang dihuni para tukang besi yang hebat. Dari karya yang dihasilkan, terbukti kehebatan sentuhan tangan mereka yang laur biasa. Di wanua yang terletak di pinggir Kota Tondano inilah terukir sejarah para pembuat parang dan pisau yang masih terpinggirkan. Merajut hari demi hari dengan bertarung melawan besi, mencurahkan tenaga berbumbu keterampilan, demi masa depan keluarga.
Panas...
Jumat, 04 Desember 2009
ANTHONY GIDDENS
KATA PENGANTAR
Menarik sebuah benang merah dari inti teori Struktur Anthony Giddens ke arah konsep pemikir-pemikir sebelumnya seputar teori tersebut bukanlah sebuah pekerjaan yang singkat. Gagasan yang plural tentang beberapa subjek, serta rentangan kurun waktu sejarah sampai pada zaman Comte misalnya -yang merupakan rentangan waktu yang cukup panjang- yang telah memuat daftar ratusan gagasan para...
KONTRAS
Oleh: Riane Elean
Ada dua dari banyak karakter yang mengemuka dalam lembar sejarah manusia:
Yang satu berinisiatif,
sedang yang lain kadang-kadang hanya pintar menunggu sambil menggerutu.
Yang satu tak memikirkan dirinya sendiri,
Sedang yang lain egois, individualis, dan terkadang serakah.
Yang satu kerap memapah mereka yang lemah dan tak berdaya,
Sedang yang lain kadang acuh terhadap mereka yang mengadu.
Yang satu dengan ikhlas membangkitkan semangat...
TO BE OR NOT TO BE
Oleh: Riane Elean
Aku terpaku. Lilin 22 dihadapanku masih menyisakan segores asap putih di udara. Dia baru saja habis ku tiup. Bising suara “Happy Birthday To You” dan tepukan dua pasang tangan bagai serangga mengusik telingaku. Aku masih terpaku ketika tiba-tiba aku tersadar aku berada di sebuah ruang yang tidak biasa. Ada tenaga kuat mendorong diriku. Kuat… kuat sekali tapi bukan tenagaku. Ada jeritan...